Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah Jakarta
Kegembiraan dan keceriaan Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Setibanya di Alun-Alun Museum Fatahilah Jakakrta, di dampingi oleh Pembina OSIS (Hasbi,S.Pdi)
Kegiatan Ujian Nasional Tahun 2015
Hari ke-2 Selasa,5 Mei 2015 sebanyak 48 Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Masih Tetap semangat untuk menyelesaikan Soal Ujian Nasioanl
Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah,Museum Wayang, dan Bank Indonesia
Wejangan dan Nasihat dari Kepala Sekolah Sebelum melaksanakan Penelitian di Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan Musem Bank Indonesia
Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta
Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta:Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, dan Cinta Tanah Air
Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman
Hubbul Wathon Minal Iman ("Cinta tanah air adalah sebagian dari iman") adalah slogan nasionalisme Islam yang dipopulerkan ulama Nusantara, terutama oleh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah
Senin, 11 Januari 2016
Jadwal UAMBN dan UJIAN NASIONAL Tingkat MTS/SMP TP.2015/2016
Rabu, 16 Desember 2015
Edit Data Peserta Ujian Nasional Tahun 2015/2016
1. Login di http://emispendis.kemenag.go.id/vervalun/login.php
2. Calon Peserta UN
3. Klik Nama Pesrta UN yang akan di Perbaiki
data yang diperlukan untuk memperbaiki data Capesun diantaranya :
Nama Siswa, Nomor Absensi, NISN, NIS Lokal,Nomor Peserta UN, Nomor Blanko SKHUN Nomor Seri Ijasah.

4. Simpan
5. Jika sudah yakin benar semua Cetak Berita Acara (Cetak BA CAPESUM)
Selasa, 15 Desember 2015
Kalender Pendidikan MTs Darul Hikmah
Kalender Pendidikan MTs Darul Hikmah Tahun Pelajaran 2015/2016
Semester Ganjil 2015-2016
1. (27-29 Juli 2015) ~ Kegiatan Awal Masuk : Masa Bimbingan Siswa Baru
2. (17 Agustus 2015) ~ Libur Resmi Nasional : Peringatan HUT RI
3. (24 September 2015) ~ Libur Resmi Nasional :
4. (5-10 Oktober 2015) ~ Kegiatan Ulangan Tengah Semester Ganjil
5. (15 Oktober 2015) ~ Libur Resmi Nasional :
6. (2-8 Desember 2015) ~ Kegiatan Ulangan Akhir Semester Ganjil
7. (19 Desember 2015) ~ Penyerahan Buku Raport
8. (20 Desember 2015 - 3 Januari 2015) ~ Libur Semester Ganjil
Semester Genap 2015-2016
1. (4 Janauri 2016) ~ Awal Masuk Semester Genap TP.2015/2016
2. (8 Februari 2016) ~ Libur Resmi Nasional :
3. (7-12 Maret 2016) ~ Kegiatan Ulangan Tengah Semester Genap
4. (25 Maret 2016) ~ Libur Resmi Nasional
5. (11-13 April 2016) ~ Prediksi Kegiatan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional
Senin, 14 Desember 2015
Jadwal Study Tour
Jadwal Study Tour TP.2015/2016
Waktu/ Tanggal Pelaksanaan :
Hari Minggu, 27 Desember 2015
Lokasi Tujuan Study Tour
Museum Geologi dan Tangkuban Parahu/Ciater
Waktu Pemberangkatan
Berangkat Malam Minggu Jam : 11 Malam dari Rumah Kepala Sekolah
Perlengkapan Siswa:
1. Seragam Putih-Putih dan Jas
2. Membawa Alat Tulis
3. Yang lainnya untuk keperluan Pencatatan Data (kamera/perekam)
4. Jangan Dilupakan UANG JAJAN dan SNACK/MINUMAN
Pembagian Kelompok Study Tour
Kelompok 1
- Ari Susanto
- Muhammad Nurkholis
- Mukhibin
- Nabhani
- Muhammad Andryan
- Muhamad Solehan
- Andi
- Muhammad Hadi
- Refaldo Alfadoni
- Rokhi
- Suwandi
- Diki Wahyudi
- Syaifullah
- Suryadi
- Mukhammad Yakhya
- Fiqri
- Sunardi
- Suhendi
- Masamah
- Siti Magfiroh
- Khujaemah
- Rosita
- Selfiyah
- Magfiroh
- Miftakhul Jannah
- Juni
- Juheriyah
- Kasmi
- Rabi'ah


Agenda Kegiatan Kesiswaan
Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2015/2016
Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2015/2016
Visi dan Misi Madrasah
Visi madrasah
“Menjadi madrasah unggul yang membentuk generasi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, Menguasai ilmu dan tekhnologi dasar, berkarakter kebangsaan, kritis, kreatif, sehat, mandiri, komunikatif, serta mampu berkolaborasi lintas disiplin ilmu dengan semangat cinta dan kebersamaan.”
Misi madrasah
Minggu, 13 Desember 2015
Syekh Asnawi Bin Abdurrahman Caringin
Syekh Asnawi Bin Abdurrahman Caringin
Sang kiai lahir di Kampung Caringin, Labuan Banten, sekitar 1850, di tengah keluarga yang religius. Sang ayah, Abdurrahman, dan ibunya, Ratu Sabi’ah, berasal dari keluarga yang kental berislam. Bahkan, disebutkan pula bahwa Kiai Asnawi masih keturunan Sultan Ageng Mataram Raden Patah. Tak heran jika sejak kecil, Asnawi hidup dalam didikan yang baik.
Pada usia yang masih sangat belia, sembilan tahun, Asnawi sudah dikirim ayahnya untuk menuntut ilmu ke Makkah. Di Tanah Suci, Asnawi kemudian bertemu gurunya, Syekh Nawawi Al Bantani, yang merupakan guru di Masjidil Haram. Bukan sekadar karena sama-sama kelahiran Banten Asnawi dapat dekat dengan sang guru. Namun, kecerdasannya juga membuat Syekh Nawawi mengajarkan banyak hal padanya.
Bertahun-tahun kiai belajar di tanah kelahiran Islam. Hingga ketika dirasa telah mumpuni dalam agama, ia pun dipercaya untuk mendakwahkan Islam. Maka, kiai pun pulang kembali ke tanah lahirnya, Banten. Ia pun mulai mengajar dan mengundang ketertarikan banyak pemuda hingga menjadi muridnya. Tersiarlah nama Asnawi sebagai ulama di kawasan Banten dan sekitarnya. Kepiawaiannya dalam berdakwah membuat nama kiai Asnawi tersohor sebagai ulama besar di Banten.
Tak hanya mengajarkan agama, Kiai Asnawi juga terkenal semangatnya yang menggebu dalam melawan penjajah. Ia mengobarkan semangat pemuda untuk melawan dan menentang kolonialisme Belanda. Apalagi, saat itu seluruh wilayah Banten berhasil dikuasai penjajah. Bahkan, tak hanya mengobarkan semangat kemerdekaan lewat lisan, tapi juga aksi. Kiai juga dikenal memiliki ilmu bela diri yang sakti.
Kiai yang tangguh dan berhasil mengajak pemuda untuk melawan penjajah pun menjadi ancaman bagi Belanda. Apalagi, Banten dikenal sebagai tempat lahirnya para ‘pemberontak’ Belanda, bukan hanya dari kalangan rakyat biasa, melainkan juga dari kalangan ulama. Alhasil, kiai pernah ditahan oleh penjajah di Tanah Abang serta diasingkan ke Cianjur. Ia dihukum lebih dari setahun dengan tuduhan melakukan pemberontakan. Namun, selama ditahan dan diasingkan, kiai tetap aktif menyampaikan dakwah Islam. Ia mengajarkan syariat Islam kepada masyarakat sekitar di manapun ia berada.
Seusai diasingkan, kiai kembali ke kampungnya di Caringin. Karena situasi yang lebih aman, kiai makin giat mensyiarkan Islam. Ia pun mendirikan sebuah Madrasah Masyarikul Anwar dan masjid di Caringin pada 1884. Masjid tersebut bernama Masjid Caringin yang hingga kini masih berdiri tegak. Ada kisah yang beredar di masyarakat bahwa kayu untuk bangunan masjid tersebut berasal dari sebuah pohon yang dibawa kiai dari Kalimantan. Pohon tersebut hanya satu, namun menghasilkan banyak kayu karena keberkahan sang kiai.
Beberapa sumber menyebutkan, pembangunan Masjid Caringin oleh kiai juga ditujukan untuk membangun kembali peradaban masyarakat yang hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Kiai Asnawi ingin membangun kembali akidah masyarakat dengan didirikannya sarana masjid tersebut. Sejak masjid berdiri, dakwah pun makin menggeliat. Banyak pemuda datang untuk berguru pada kiai. Asnawi pun menghabiskan usianya untuk pengajaran agama dari tempat kelahirannya, Caringin.
Karena Asnawi sangat terkenal pamornya sebagai ulama besar dari Kampung Caringin, ia pun dikenal pula dengan nama Kiai Asnawi Caringin. Masyarakat memaknai Caringin dengan beringin. Selain karena kampung asal kiai dari Caringin, nama Caringin juga dianggap pas bagi kiai karena telah mengayomi masyarakat layaknya teduhnya pohon beringin.
Setelah banyak kiprah yang ditorehkan bagi masyarakat, terutama masyarakat Banten, kiai menghembuskan napas terakhir pada 1937. Ia meninggalkan banyak sekali anak, yakni 23 putra dan putri. Ia dimakamkan di dekat masjid yang ia bangun, Masjid Caringin. Hingga kini, banyak masyarakat yang rajin berziarah ke makamnya.




















