Contoh Marquee dari bawah ke atas

Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah Jakarta

Kegembiraan dan keceriaan Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Setibanya di Alun-Alun Museum Fatahilah Jakakrta, di dampingi oleh Pembina OSIS (Hasbi,S.Pdi)

Kegiatan Ujian Nasional Tahun 2015

Hari ke-2 Selasa,5 Mei 2015 sebanyak 48 Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Masih Tetap semangat untuk menyelesaikan Soal Ujian Nasioanl

Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah,Museum Wayang, dan Bank Indonesia

Wejangan dan Nasihat dari Kepala Sekolah Sebelum melaksanakan Penelitian di Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan Musem Bank Indonesia

Akreditasi MTsS Darul Hikmah 2019

Akreditasi MTsS Darul Hikmah 25 - 26 Juli 2019 Oleh Team Akreditasi BAP S/M Prov. Banten, Ibu Cristhini PB dan Ibu Susiswi Purwaningsih

SUNGKEMAN

"SUNGKEMAN" pada Kegiatan Perpisahan Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah dan SMA Asa Pertiwi Tahun 2015

Sabtu, 27 Juli 2019

AKREDITASI MTSS DARUL HIKMAH 25-26 JULI TAHUN 2019 OLEH TEAM AKREDITASI BAP S/M PROV. BANTEN

ALBUM AKREDITASI MTSS DARUL HIKMAH 25-26 JULI TAHUN 2019 OLEH TEAM AKREDITASI BAP S/M PROV. BANTEN ( IBU CRISHTINI PB  IBU SUSISWI PURWANINGSIH)

FOTO BERSAMA
 TEAM ASSESOR BAP S/M DENGAN DEWAN GURU MTSS DARUL HIKMAH




PEMBUKAAN ACARA VISITASI AKREDITASI OLEH KEPALA MTSS DARUL HIKMAH Drs.H.A.SANI.SAg.M.Pd












SEPATAH KATA PENUTUP ACARA VISITASI AKREDITASI 
OLEH IBU CRISTHINI PB


Jumat, 31 Mei 2019

Penerimaan Siswa Baru MTS DARUL HIKMAH Tahun Pelajaran 2019/2020

Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2019/2020

A. Persyaratan :
Tingkat Madrasah Tsanawiyah
  1. Mengisi Formulir Pendaftaran (disediakan Sekolah) Isi Formulir Pendaftaran Disiniatau Unduh Formulir PPDB 2019/2020
  2. Surat Keterangan Lulus 
  3. Foto Kopi SHUN SD/MI 2 lembar (menyusul)
  4. Foto Kopi Ijazah SD/MI 2 lembar (menyusul)
  5. Foto Kopi Kartu Keluarga (menyusul)
  6. Foto Kopi Kartu KPS (Jika Ada) (menyusul)
  7. Pas Foto Ukuran  3 x 4 sebanyak 2 Lembar (menyusul)
  8. Foto Kopi KTP Orang Tua (menyusul)
Tingkat SMA Asa Pertiwi
  1. Mengisi Formulir Pendaftaran (disediakan Sekolah)
  2. Surat Keterangan Lulus 
  3. Foto Kopi SHUN SMP/MTS 2 lembar (menyusul)
  4. Foto Kopi Ijazah SMP/MTS 2 lembar (menyusul)
  5. Foto Kopi Kartu Keluarga (menyusul)
  6. Foto Kopi Kartu KPS (Jika Ada) (menyusul)
  7. Pas Foto Ukuran  3 x 4 sebanyak 2 Lembar (menyusul)
  8. Foto Kopi KTP Orang Tua (menyusul)
B. Seleksi Akademis 
  1. Tes Tertulis  / Tes Potensi Akademik ( TPA ) meliputi :
  2. Tes Pengetahuan Umum  Meliputi  Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa  Inggris.
  3. Tes Pengetahuan Agama (Fikih, Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, SKI, Dan Bahasa Arab)
  4. Tes Lisan (Tes Baca Tulis Al-Qur’an)
C. Jadwal Tes Ujian Masuk MTs Darul Hikmah dan SMA Asa Pertiwi 
     Hari : Senin
     Tanggal : 08 Juli 2019
     Waktu : Jam 08.00 s.d Selesai
D. Pengumuman Hasil Tes Ujian Masuk MTs Darul Hikmah dan SMA Asa Pertiwi 

E. Waktu Pendaftaran :
     Gel 1 : Tanggal 22 - 301 April 2019
     Gel 2 : Tanggal 24 - 29 Juli 2019 
F. Tempat Pendaftaran :
     YPI Darul Hikmah Jl. KH.Astari Kp. Beduglora Ds.Onyam Kec. Gunung Kaler Kab. Tangerang
     Kode Pos 15834
     Kontak :
     Anas  081315200607
     Maaduddin 087771531369

G. Download Brosur dan Lembar Identitas Siswa Baru

H.  Fasilitas Kegiatan Belajar
     1. Bebas  Biaya Pendaftaran dan Bangunan
     2. Dewan Guru Berpengalaman Lulusan S1 dan S2 dari perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
     3. Labaoratorium IPA dan Komputer
     4. Fasilitas Olahraga
     5. Perpustakaan

I. Ekstra Kurikuler
   1. Pramuka
   2. Drumband
   3. Paskibra
   4. Rohis
   5. Marawis
   6. Koperasi
   7. Desain Website
J. Awal Masuk Kegiatan Belajar (Masa  Orientasi  Peserta  Didik  Baru  (MOPDB)) 
    Hari : Senin s/d Rabu
    Tanggal : 15 - 17 Juli 2019

Kamis, 07 Maret 2019

Rincian Tugas Pelaksana Akademik dan Non-Akademik MTsS Darul Hikmah



RINCIAN TUGAS
PELAKSANAAN KEGIATAN AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK MADRASAH TSANAWIYAH DARUL HIKMAH

TAHUN PELAJARAN 2018/2019
A. KEPALA SEKOLAH


1. Melaksanakan Kegiatan Rutin Pengelolaan Kelas

a. Kegiatan Harian

Datang lebih awal untuk memonitor kebersihan lingkungan sekolah;

Memonitor kehadiran guru dan karyawan;

Memonitor dan mengikuti kegiatan Do’a Bersama setiap pagi di halaman sekolah;

Memantau kelancaran kegiatan belajar mengajar;

Memantau kinerja para tenaga administrasi (tata usaha / dan pembantu karyawan)

Melaksanakan survesi akademis dan survesi klinis;

Memeriksa agenda sekolah

Membaca surat-surat yang masuk dan menandatangani surat keluar;

Mendisposisi surat-surat yang masuk;

Ikut membantu mengonsep surat-surat keluar;

Menyelesaikan hambatan proses belajar mengajar terutama pada jam-jam pelajaran yang kebetulan guru mata pelajaran absen bersama guru piket, Wakasek;

Menyelesaikan kasus-kasus murid-murid yang timbul pada saat itu, atau yang telah lampau bersama guru bimbingan konseling;

Mencegah perbuatan-perbuatan negatif yang mungkin timbul.




b. Kegiatan Mingguan

Mengadakan seperrvisi kelas;

Mengadakan supervisi BP/BK;

Meningkatkan pengaturan tentang penerimaan dan pengerualan keuangan sekolah;

Mengawasi pengaturan pengadaan penyimpanan dan penyaluran barang

Memeriksa dan merekapitulasi absensi guru dan pegawai

Menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi pada setiap mingggunya;

Melaksanakan komunikasi secara lisan atau tertulis baik di lingkungan sendiri maupun pihak luar;

Melaksanakan pemantuan Program Green School




c. Kegiatan Bulana

Mengontrol kelancaran pelaksanaan pembayaran

Gaji pegawai tetap

Honorarium Guru dan Pegawai tidak tetap

Mengontrol pemasukan sekolah dari para siswa

Mengadakan pemeriksaan umum terhadap

Administrasi kelas;

Rekapitulasi absensi guru, pegawai dan siswa;

Memonitor evaluasi, target kurikulum, daya serap, program perbaikan dan pengayaan

Meneliti grafik daya serap siswa dari setiap guru mata pelajaran; dan

Melakukan tindak lanjut

Bimbingan dan konseling

Tata tertib siswa

Program 7

Mengevaluasi persediaan dan penggunaan, alat, bahan praktikum dan ATK;

Mengevaluasi SPJ Kepala Sekolah;

Mengadakan evaluasi hasil kegiatan harian, mingguan dan bulanan;

Membuat analisis realisasi aktivitas guru, murid atau siswa dan pegawai sekolah;

Melaksanakan penelitian tindakan kelas;

Menyelesaikan administrasi mutasi murid atau siswa dan guru.





d. Kegiatan Akhir Semester

mengadakan ulangan umum akhir semester;

mengadakan pembagian rapor akhir semester

memantau pengisian buku induk dan klepper siswa

Mengadakan persiapan KBM semester berikutnya

Mengontrol, memperbaiki dan mengadakan perawatan preventif terhadap sarana atau prasarana sekolah;

Menyusun program Penerimaan Siswa Baru (PSB);

Membuat laporan akhir semester.





e. Kegiatan Akhir Tahun Pelajaran

Melaksanakan Ujian Nasional

Melaksanakan kegiatan Ulangan akhir semester genap dan kenaikan kelas;

Mengadakan persiapan tahun baru;

Melaksanakan program Penerimaan siswa Baru (PSB);

Memantau atau memonitor dan memikirkan pemenuhan kebutuhan perlengkapan sarana sekolah;

Mengadakan pembinaan kemampuan profesional guru dan pegawai;

Laporan pertanggungjawaban kepada orang tua;

Melaksanakan Wisuda untuk siswa yang dinyatakan lulus.

Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pendidikan yang meliputi:

a. perencanaan dan pembinaan kegiatan pendidikan;

b. pengorganisasian dan pengkoordinasian kegiatan pendidikan; ∙ Membuat laporan kepada atasan langsung.


B. WAKIL KEPALA SEKOLAH
WAKIL KEPALA UR. KURIKULUM 


∙ Menyusun program yang terkait dengan proses kegiatn belajar mengajar
∙ Menyusun kalender pendidikan khusus sekolah
∙ Membuat format-format KBM
∙ Menyusun pembagian tugas mengajar guru
∙ Menyusun daftar piket guru

∙ Menyusun daftar guru yang diberi tugas sebagai wali kelas
∙ Menyusun jadwal pelajaran
∙ Menyusun jadwal kegiatan evaluasi yang meliputi :

a. langan Harian
b. Ualangan Blok/Semester c. Ujian Nasional
∙ Menghimpun hasil kerja guru yang terdiri-dari :

a. Program tahunan
b. Program semester
c. RPP
d. Wahana Pembelajaran (Modul, LKS dll)
e. Grafik Ulangan Harian
f. Laporan target kurikulum, daya serap g. Kisi-kisi dan Kartu Sola
∙ Mengkoordinasi dan menyerahkan hasil penyusunan perangkat mengajar guru
∙ Menyusun laporan kegiatan belajar mengajar
∙ Membina dan mengatur kegiatan MGMP
. Menyusun laporan kegiatan MGMP
. Melaksanakan pemilihan guru teladan
∙ Mengkoordinasikan pelaksanaan tambahan pelajaran atau bimbingan intensif
∙ Membuat laporan kegiatan


2. WAKIL KEPALA UR. KESISWAAN

∙ Bersama pengurus OSIS, menyusun program kegiatan kesiswaan atau OSIS
∙ Membinan kemampuan berorganisasi melalui prinsip-prinsip manajemen
∙ Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa
∙ Menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah
∙ Mengadakan pembinaan dalam pemilihan pengurus OSIS
∙ Menyusun program dan jadwal pembinaan terhadap pengurus OSIS
∙ Membina dan melaksanakan koordinasi program Green School
∙ Melaksanakan pemilihan calon siswa telada
∙ Melaksanakan pemilihan calon siswa penerimaan beasiswa
∙ Mengadakan seleksi siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
∙ Membantu sekolah dalam penerimaan siswa baru
∙ Menyusun program kegiatan ektra kurikuler


∙ Mengevaluasi kegiatan ekstra kurikuler


∙ Mengevaluasi kegiatan kesiswaan


∙ Mengatur pelaksanaan upacara bendera


∙ Merencanakan program pembinaan mingguan (setiap hari senin)


∙ Membuat laporan kegiatan


3. Waka Urusan Hubungan Kerjasama dengan Masyarakat (Hukermas)


∙ Membantu membina hubungan kerjasama antar sekolah, Pengurus Dewan sekolah dengan orang tua / wali murid Mengatur kegiatan- kegiatan:


a. Pembinaan khusus siswa setiap hari senin


b. Pertemuan silaturrahmi dengan orang tua / wali murid


∙ Membantu menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah


∙ Membantu hubungan sekolah dengan lintas sektoral, yaitu :


a. Pemerintah daerah b. Perguruan tinggi

c. Dunia Usaha / Dunia Industri d. Pondok Ramadhan










e. Balai Latihan Kerja f. Industri




∙ Mengkoordinasikan kegiatan peringatan hari-hari besar Nasional/ Agama


∙ Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kesejahteraan guru dan karyawan


∙ Mewakili Kepala Sekolah menghadiri rapat-rapat apabila Kepala sekolah tidak berada ditempat


∙ Mewakili Kepala Sekolah dalam menjalin hubungan dengan alumni


∙ Membuat laporan kegiatan


∙ Mengabsen Guru / Pegawai dalam kegiatan-kegiatan sekolah /


upacara / rapat dinas


4. WAKA URUSAN SARANA DAN PRASARANA


∙ Mendata kebutuhan sarana/prasarana yang diperlukan meliputi:


a. Sarana fisik


b. Alat/ bahan parktikum c. Alat olah raga


d. Media pembelajaran e. ATK


f. Alat-alat kebersihan


g. Bahan-bahan untuk kebersihan


∙ Membantu dan memonitor pengadaan penerimaan, dan pendistri- busian barang


∙ Bersama Tata usaha melaksanakan inventarisasi sarana / prasarana sekolah


∙ Mengadakan perawatan preventif sarana prasarana sekolah


∙ Menerima dan mengiventarisakan semua dari hasil bantuan orang tua, komite sekolah, donatur dan masyarakat maupun dari pemerintah


∙ Membantu Kepala Sekolah mengadakan penghapusan barang


∙ Membuat laporan kegiatan


∙ Mengadakan koordinasi dengan tim pembelian dan penerima barang berkaitan dengan


∙ Mengusulkan kepada Kepala Sekolah tentang :


a. Kebutuhan barang berikut pembiayaanya b. Penghapusan barang perlengkapan


∙ Mengurus :


a. Pengadaan barang habis pakai dan tak habis pakai b. Penyimpanan atau pergudangan barang perlengkapan








c. Penyaluran barang perlengkapan




d. Pemeliharaan barang perlengkapan e. inventarisasi barang perlengkapan


∙ Membuat :


a. Statistik data barang perlengkapan


b. Analisis dan laporan pengelolaan barang perlengkapan


∙ Membanatu Kepala Sekolah memonitor/ memantau barang perlengkapan yang berkaitan dengan kerja tim pembeli dan penerima barang, yaitu :


a. Memeriksa secara periodik Buku pembelian


b. Memeriksa secara periodik Buku penerimaan barang


c. Memeriksa secara periodik Buku Catatan barang non inventarisasi


d. Memeriksa secara periodik Buku Induk inventaris


e. Memeriksa secara periodik Buku Golongan Invevtaris f. Memeriksa secara periodik Kartu Barang


C. WALI KELAS Sebagai Supervisor:


a. sebagai pengganti orang tua dan Kepala Sekolah dikelasnya


b. merencanakan kegiatan secara kooperatif dengan murid kelas yang diasuhnya


c. mengawasi pemilihan ketua kelas, perwakilan kelas serta pemilihan- pemilihan yang lain sekaligus mengukuhkan pengangkatan dilaporkan kepada kepala sekolah


d. mengorganisasikan dan memberi pengarahan terhadap murid dalam rangka melaksanakan kegiatan belajar mengajar (intra kurikuler) dan extra kurikuler


e. mengetahui dan mengadakan pembinaan secara rutin terhadap kesulitan-kesulitan murid kelasnya antara lain kesulitan :


∙ Dalam belajar


∙ Hubungan antar teman


∙ Hubungan dengan orang tua


∙ Hubungan dengan masyarakat sekitar


∙ Kehidupan sosial


f. Membuat program pembinaan mingguan yang melaksanakan setipa hari senin


g. Mengembangkan dan membina kepemimpinan dan tanggung jawab, sehingga murid dapat :


∙ Mengatasi kesulitan sendiri


∙ Mengambil keputusan yang tepat atas tanggung jawab sendiri


∙ Berdiri sendiri/ mandiri


h. Mengetahui kerawanan kelasnya berdasarkan data yang ada dan cepat dapat mengawasi kerawanan tersebut


i. Dapat bekerjasama dengan BK (bimbingan konselin


g) dalam rangka mengawasi agar BK ikut membantu menangani kasus murid


j. Selalu menjaga tata tertib siswa dan bekerjasama dengan pembina tatib


k. Melaksanakan acara silaturrahmi dengan orang tua siswa


l. Selalu hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan siswa-siswanya


Sebagai administrator:


a. mengadakan pencatatan secara rutin terhadap pribadi murid tentang:


∙ Jumlah murid dalam kelasnya


∙ Nama dan umur


∙ Alamat rumah


∙ Nama dan pekerjaan orang tua


∙ Kelebihan dan keistimewaan


∙ Kekurangan/ kelemahan


∙ Kegemaran/ hobby


b. Membuat peta kedudukan murid dalam kelas setiap semester /tahun yang meliputi :


a. Peta presensi /absebsi :


- nama murid yang tidak pernah absen


- nama murid yang sering absen b. Peta pelanggaran tata tertib


- Nama murid


- Jenis pelanggaran


- Tempat pelanggaran c. Peta presentasi belajar


- Nama murid yang berprestasi terbaik


- Nama murid yang berprestasi baik


- Nama murid yang berprestasi sedang c. Memahami 12 langkah kepemimpinan:


∙ mengetahui tugas pokoknya


∙ mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan kelasnya





∙ meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa


∙ membantu pengembangan kecerdasan


∙ membantu pengembangan keterampilan


∙ Mempertinggi budi pekerti dan memperkuat kepribadian


∙ Meningkatkan daya estetika anak didik khususnya dalam bidang kebersihan, keindahan dan kreasi seni


∙ Mengetahui jumlah anak didiknya


∙ Mengatahui nama anak didiknya


∙ Mengatahui identitas anak didiknya


∙ Mengatahui kehadiran anak didiknya setiap hari dikelas


∙ Mengatahui kehadiran anak didiknya yang meliputi ekonomi, sosial dan lain-lain


∙ Mengadakan penilaian terhadap anak didiknya tentang kelakukan dan kerajinannya


∙ Mengambil tindakan-tindakan untuk mengatasi masalah


∙ Memperhatikan Buku Raport, Kenaikan Kelas dan Ujian Nasional


∙ Memperhatikan kesehatan dan kesejahtraan anak didiknya


∙ Membina suasana kekeluargaan


∙ Melaporkan hasil kegiatan kepada kepala sekolah


d. Membantu kepala sekolah dalam kelancaran dan ketertiban pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah baik rutin maupun insidental:


∙ ikut membantu ketertiban pelaksanaan upacara bendera dengan membawa murid-muridnya ke tempat upacara bendera sebelum kegiatan upacara


∙ selalu mendampingi murid-muridnya dalam kegiatan-kegiatan khusus misalnya : kegiatan-kegiatan OSIS, kegiatan-kegiatan karya ilmiah, dan kegiatan-kegiatan bakti sosial.






e. Membantu kepala sekolah dalam hubungan dengan kerjasama antara sekolah dengan orang tua


f. ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah atau kesulitan siswa


g. mengadakan kunjungan rumah apabila ada masalah-masalah khusus yang harus diselesaikan bersama orang tua


D. BENDAHARA RUTIN


a. Mencatat dan mempertangungjawabkan arus masuk-keluar kas keuangan sekolah.


b. Mengurus dan mempertanggungjawabkan dana insentif, BKM, dan dana-dana lain dari pihak luar.





c. Membuat rekapitulasi dan laporan posisi keuangan harian. d. Membayar segala tunjangan jabatan dan fungsional.


e. Membuat laporan berkala kepada Kepala Sekolah






F. GURU


a. Perencanaan


∙ memahami kurikulum Nasional yang berlaku


∙ memahami buku silabus


∙ mengerti dan mengahayati silabus yang ada


∙ merumuskan standar kompetensi dan kompetensi dasar


∙ melakukan Analisis Materi pelajaran (AMP)


∙ merumuskan dengan memperhatikan indikator, yaitu: Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik.


∙ Menyusun program pembelajaran, yaitu: Analisis alokasi waktu, Analisis mata pelajaran (AMP), Program tahunan, Program semester (promes), Alat evaluasi, dan Rencana pengajaran


∙ Mengembangkan dan memilih bahan materi/ pelajaran, yaitu: Buku paket, Buku penunjang, Buku pegangan guru, LKS, dan Alat peraga pendidikan/ IT






∙ Memilih dan mengembangkan pendekatan, metode dan strategi pembelajaran yang meliputi: Urutan kegiatan pembelajaran, Metode penyajian, Media pembelajaran, RPP.


∙ Pengembangan atau menulis butir-butir soal secara sohih dan mengacu pada kriteria TPK dan dianalisis untuk disajikan bank soal dan perlu adanya: Kisi-kisi soal, Lembar soal, Lembar jawaban, dan Pedoman penilaian.


∙ Membuat jurnal/ buku harian kelengkapan administrasi yang meliputi : Agenda harian guru, Buku nilai siswa, Buku presensi siswa.


b. Pelaksanaan KBM


membuka KBM dengan tepat dan benar:


∙ datang ke kelas tepat waktu


∙ menenangkan siswa sebelum pelajaran dimulai


∙ melakukan absensi


memulai pelajaran dengan tenang dan pasti:


∙ memberitahukan topik /bahasan dan menuliskan tujuan


∙ melakukan apersepsi


∙ identifikasi kemampuan awal


∙ mengajukan pertanyaan awal


∙ memberikan motifasi


penyajian bahan pelajaran secara prinsip dan interacctive learning, yaitu :


∙ sesuai dengan urutan materi


∙ menguasai materi pelajaran


∙ memilih pendekatan dan metode dengan tepat


∙ menggunakan media /alat peraga yang sesuai /cocok


∙ partisipasi siswa aktif


∙ memberi penguatan secara rutin


∙ memberi intruksi secara jelas dan singkat


∙ belajar berkeliling memeriksa partisipasi siswa


∙ mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan masukan


∙ menerapkan tekhnik bertanya


∙ menatap siswa ketika berbicara


∙ mengenal dan mengggunakan nama siswa


∙ menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar


∙ memberikan pujian (reinforcement)






memberikan bimbingan (guru sebagai pendidik)


∙ sebagai fasilitator


∙ selalu bersedia


∙ memahami keadaan siswa


∙ tegas dan konsisten dalam memberikan sanksi


∙ menyelesaikan masalah denagn cepat dan benar


∙ berkeliling memberikan bimbingan menutup KBM dengan tepat waktu


∙ membuat rangkuman dengan kesimpulan


∙ membuat PR/ tugas dengan teratur dan terperogram serta memeriksa PR/ tugas yang diberikan


∙ mengevaluasi proses belajar dengan :


a. daya serap


b. ketuntasan belajar c. pengelolaan waktu


c. Evaluasi Pengajaran


∙ membuat persiapan


a. lembar soal ulangan harian b. lembar jawab


∙ melaksanakan ulangan harian minimal 3 kali persemester


∙ pengawasan ulangan dengan teang dan tepat waktu


∙ pemeriksaan lembar jawaban penilaian menggunakan pedoman penilaian yang sudah ditetapkan, adil dan bijaksana


∙ melaporkan hasil ulangan dalam buku nilai dalam bentuk grafik


daya serap


∙ mengadakan analisis butir soal untuk dijadikan bank soal d. Ikut membantu pelaksanaan ketertiban dan disiplin siswa


∙ melaporkan kepada petugas tata tertib /wakil kepala sekolah apabila tertadapat kerawanan dikelasnya


∙ ikut memantau pelangaran disiplin siswa diantaranya pakaian seragam lokasi dan melaporkan pada petugas tata tertib


∙ tidak mengijinkan siswa masuk kelas jika sudah terlambat melebihi batas waktu yang sudah ditentukan


∙ ikut menindak siswa yang melanggar tta tertib sekolah sesuai ketetapan


G. GURU BP/BK





Tugas sebagai koordinatot bimbingan konseling /BK:


membuat perencanaan dalam bentuk program kegiatan bimbingan dan konseling


∙ mengkoordinasikan para guru pembimbing dalam :


- memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling


- menyusun program


- melaksanakan program


- mengadministrasikan kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling


- menilai program


- mengadakan tindak lanjut


∙ mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhnya sarana dan prasana


∙ mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah


∙ mengadakan tes minat dan bakat


∙ secara priodik membuat laporan kegiatan kepada kepala sekolah


Tugas-tugas Guru pembimbing:


∙ Memasyarakatkan kegiatan bimbingan dan konseling


∙ Merencanakan program bimbingan dan konseling


∙ Melaksanakan persiapan kegiatan bimbingan dan konseling


∙ Melaksanakan layanan bimbingan terhadap sejumlah siswa yang menjadi tanggungjawabnya minimal sejumlah 150 siswa yang meliputi


12 jenis layanan yaitu : a. Layanan orientasi b. Layanan informasi


c. Layanan penerapan /penyaluran d. Layanan pembelajaran


e. Layanan konseling program


f. Layanan bimbingan kelompok g. Layanan konselinmg kelompok h. Kegiatan aplikasi instrumentasi i. Kegiatan himpunan data


j. Kegiatan konfrensi kasus k. Kegiatan kunungan rumah l. Kegiatan alih tangan kasus


∙ Melaksanakan kegiatan penunjang bimbingan


∙ Menilai proses dan hasil kegiatan layanan bimbingan


∙ Menganalisasi hasil penilaian


∙ Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis penilaian


∙ Mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling secara priodik


membuat laporan kegiatan memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar mengajar tentang lanjutan pendidikan data layanan pekerjaan yang sesuai


∙ Melaksanakan kunjungan rumah bagi siswa yang berkasus





∙ Membantu petugas tata tertib dalam memperoses siswa yang terlambat dan berkasus dalam kaitannya untuk memberi saran mengatasinya

Selasa, 05 Juni 2018

Agenda Kegiatan MTS Darul Hikmah TP.2018-2019 Sesuai Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018-2019

Agenda Kegiatan MTS Darul Hikmah TP.2018-2019

1. Kegiatan Awal Masuk Tahun Pelajaran 2018/2019  = Tanggal 16 s/d 21 Juli 2018
2. Kegiatan MID Semester I TP 2018/2019 = Tanggal 8 s/d 13 Oktober 2018
3. Penilaian Akhir Semester I TP 2018/2019 = Tanggal 3 s/d 8 Desember 2018
4. Pembagian Buku Laporan Hasil Belajar  TP. 2018/2019 = Tanggal 21 Desember 2018
5 Libur Akhir Semester I Tp. 2018/2019 = Tanggal 22 Desember 2018 s/d 5 Januari 2019

6. Awal Masuk Semester II TP. 2018/2019 = Tanggal 7 Januari 2019
7. Kegiatan MID Semester II TP 2018/2019 = Tanggal 4 s/d 9 Maret 2019
8. Perkiraan UAM/UAMBN/UNBK
9. Libur Awal Ramadhan 1440 H = Tanggal 6-7 Mei 2019
10. Penilaian Akhir Semester TP 2018/2019 = Tanggal 20 s/d 25 Mei 2019
11. Libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H= Tanggal 3 s/d 11 Juni 2019
12. Pembagian Buku Laporan Hasil Belajar  TP. 2018/2019 = Tanggal 21 Juni 2019
12. Libur Akhir Semester II =Tanggal 22 Juni 2019 s/d 13 Juli 2019


13. Awal Masuk TP. 2019/2020 = Tanggal 15-17 Juli 2019

Minggu, 20 Mei 2018

Wali Songo Periode Pertama

Sejarah Syekh Subakir





Syekh Subakir berasal dari Iran ( dalam riwayat lain Syekh Subakir berasal dari Rum). Syekh Subakir diutus ke Tanah Jawa bersama-sama dengan Wali Songo Periode Pertama, yang diutus oleh Sultan Muhammad I dari Istambul, Turkey, untuk berdakwah di pulau Jawa pada tahun 1404, mereka diantaranya:



1. Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur Negara.

2. Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
4. Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
5. Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7. Maulana Hasanudin, dari Palestina.
8. Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9. Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat.

Ketika Syaikh Subakir sampai di tanah Jawa, beliau bergelar Aji Saka. Beliau lahir di Persia, Iran. Memiliki spesialisasi di bidang Ekologi Islam. Beliau adalah cicit dari sahabat Nabi Muhammad saw, yaitu Salman Al-Farisi. Kemudian beliau menjadi utusan dari Sultan Muhammad 1, sebagai salah satu dari anggota Wali Songo periode 1. Nasab lengkap beliau adalah Syaikh Subakir bin Abdulloh bin Aly bin Ahmad bin Aly bin Ahmad bin Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Aly bin Abubakar bin Salman bin Hasyim bin Ahmad bin Badrudin bin Barkatulloh bin Syafiq bin Badrudin bin Omar bin Aly bin Salman Alfarisiy Syaikh Subakir berdakwah di daerah Magelang Jawa Tengah, dan menjadikan Gunung Tidar sebagai Pesantrennya

Tak banyak orang tahu dan mengenal nama Syekh Subakir. Padahal Syekh Subakir adalah salah seorang ulama Wali Songo periode pertama yang dikirim khalifah dari Kesultanan Turki Utsmaniyah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Nusantara. 



Syekh Subakir konon adalah seorang ulama besar yang telah menumbal tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus saat awal penyebaran ajaran Islam di nusantara. 


Kisahnya dimulai saat Sultan Muhammad I, bermimpi mendapat wangsit untuk menyebarkan dakwah Islam ke tanah Jawa. 

Adapun mubalighnya diharuskan berjumlah sembilan orang. Jika ada yang pulang atau wafat maka akan digantikan oleh ulama lain asal tetap berjumlah sembilan. 

Sehingga dikumpulkanlah beberapa ulama terkemuka dari seluruh dunia Islam waktu itu. Para ulama yang dikumpulkan tersebut mempunyai keahlian masing-masing. Ada yang ahli tata negara, berdakwah, pengobatan, tumbal atau rukyah, dan lain-lain. 

Lalu dikirimlah beberapa ulama ke Nusantara atau tanah Jawa. Namun sudah beberapa kali utusan dari Kesultanan Turki Utsmaniyah yang datang ke tanah Jawa, untuk menyebarkan agama Islam tapi pada umumnya mengalami kegagalan. 

Penyebabnya masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya. Sehingga para ulama yang dikirim mendapatkan halangan karena meskipun berkembang tetapi ajaran Agama Islam hanya dalam lingkungan yang kecil, tidak bisa berkembang secara luas. 

Selain itu konon, Pulau Jawa saat itu masih merupakan hutan belantara angker yang dipenuhi makhluk halus dan jin-jin jahat. 

Lalu diutuslah Syekh Subakir ulama asal Persia yang ahli dalam merukyah, ekologi, meteorologi dan geofisika ke tanah Jawa. 

Beliau diutus secara khusus menangani masalah-masalah gaib dan spiritual yang dinilai telah menjadi penghalang diterimanya Islam oleh masyarakat Jawa ketika itu.
Ajaran dan Tempat Meninggal Syeh Subakir ?
3 SITUS MAKAM GUNUNG TIDAR

Hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk sampai di puncak Tidar. Secara umum, Gunung Tidar memang masih cukup alami. Banyak tanaman pinus dan tanaman buah-buahan tahunan seperti salak hasil penghijauan era tahun 1960an menjadikan Gunung Tidar sangat rimbun.



Beberapa saat menapaki jalanan setapak pendakian kita akan bertemu dengan Makam Syaikh Subakir. Konon Syaikh Subakir adalah penakluk Gunung Tidar yang pertama kali dengan mengalahkan para jin penunggu Gunung Tidar tersebut. Menurut legenda (hikayat) Gunung Tidar, Syaikh Subakir berasal dari negeri Turki yang datang ke Gunung Tidar bersama kawannya yang bernama Syaikh Jangkung untuk menyebarkan agama Islam.

Tidak jauh dari Makam Syaikh Subakir, kita akan berjumpa dengan sebuah makam yang panjangnya mencapai 7 meter. Itulah Makam Kyai Sepanjang. Kyai Sepanjang bukanlah sesosok alim ulama, namun adalah nama tombak yang dibawa dan dipergunakan oleh Syaikh Subakir mengalahkan jin penunggu Gunung Tidar kala itu.

Situs makam terakhir yang kita jumpai sewaktu mendaki Gunung Tidar adalah Makam Kyai Semar. Namun menurut beberapa versi ini bukanlah makam kyai Semar yang ada dalam pewayangan. Tetapi Kyai Semar, jin penunggu Gunung Tidar waktu itu. Meski demikian banyak yang percaya ini memang makam Kyai Semar yang ada dalam pewayangan itu. Dan mana yang benar, adalah tinggal kita mau mempercayai yang mana.
Syaikh Subakir meninggal di Persia Iran. Sedangkan yang ada di Indonesia dan diziarahi oleh masyarakat adalah situs-situs peninggalannya. Ada beberapa karya Syaikh Subakir yang bergelar Aji Saka, yaitu: 
1. Beliau adalah penemu Huruf Jawa, yang berbunyi: HA NA CA RA KA, DA TA SA WA LA, PA DHA JA YA NYA, MA GA BA THA NGO 
2. Beliau pula yang memberi nama Jawa, yang diambil dari bahasa Suryani artinya Tanah Yang Subur. Pelajaran dari Kisah Syaikh Subakir adalah: 
3. Kita harus memperkuat Aqidah Islam kita, 
4. Jangan mudah percaya pada takhayyul, bid’ah dan khurafat, yang dibungkus oleh cerita yang tidak jelas sumbernya, 
5. Jangan mudah terjerumus pada mistik yang menghancurkan sendi-sendi aqidah Islam, 
6. Pahami bahwa Syaikh Subakir adalah manusia biasa, hamba Allah, seorang waliyullah yang berdakwah untuk menyiarkan Islam, amar ma’ruf, Nahi Munkar 
7. Pahami bahwa Syaikh Subakir adalah tokoh yang sangat memperdulikan lingkungan, dan kelestarian alam, dan bukan memasang tumbal atau jimat. 
8. Jangan percaya kepada tumbal atau jimat, karena hal ini adalah Syirik. Cerita tentang tumbal, jimat atau perang melawan jin yang dihubungkan kepada Syaikh Subakir adalah kebohongan yang besar. 
9. Jagalah kemurnian aqidah Islam kita, Syari’at Islam kita dan akhlak Islam kita. Agar kita senantiasa mendapat Ridha dari Allah SWT.

Sumber:1.http://wiyonggoputih.blogspot.com
2.http://blogjombangan.blogspot.com
3.http://daerah.sindonews.com
4.http://keluargaumarfauzi.blogspot.co.id

Sabtu, 26 Agustus 2017

Mengenal penyakit campak dan rubella

Kampanye imunisasi MR yang berlangsung di seantero Pulau Jawa sejak 1 Agustus 2017 menuai banyak reaksi masyarakat. Sebagian mendukung penuh, karena paham manfaatnya untuk menekan angka kematian anak akibat penyakit campak, dan mengurangi jumlah bayi terlahir cacat (sindrom rubella kongenital) karena ibunya terinfeksi virus rubella saat hamil. Sebagian lainnya masih bertanya-tanya, apa tujuan kegiatan yang kesannya “mendadak” dan “dipaksakan” oleh pemerintah ini? Mengapa harus berupa program imunisasi massal yang melibatkan rentang kelompok umur cukup panjang, yaitu bayi berusia 9 bulan sampai siswa SMP berusia kurang dari 15 tahun? Ada apa di balik semua ini?
Sebelumnya, kita harus paham dulu, apa campak dan rubella? Keduanya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab campak adalah Morbilivirus, dan rubella disebabkan oleh golongan togavirus. Gejala-gejala penyakit campak dan rubella mirip sebagiannya, yaitu adanya demam disertai ruam. Bedanya adalah anak yang mengalami campak seringkali tampak terlihat lebih sakit, yaitu disertai mata merah, batuk, sesak, dan diare.

Mengenal penyakit campak dan rubella

Sebagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, penderita campak akan sembuh dengan sendirinya, seiring waktu dan kekebalan tubuh yang melawan virus. Tetapi campak mematikan karena komplikasinya, yaitu radang paru (pneumonia), diare dengan dehidrasi (kekurangan cairan) berat, dan ensefalitis (peradangan di jaringan otak dengan konsekuensi kecacatan seumur hidup, jika penderitanya tidak meninggal). Campak juga dapat menyebabkan kebutaan dan infeksi telinga tengah yang berisiko gangguan pendengaran.

Data WHO menyebutkan di tahun 2015, terdapat 134.200 kematian di seluruh dunia (setara dengan 367 kematian/hari, atau 15 kematian/jam). Angka ini memang jauh menurun seiring meluasnya cakupan imunisasi campak. Pada tahun 1980, campak diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian per tahun. Di Indonesia, imunisasi campak masuk ke dalam program yang diberikan rutin kepada seluruh bayi berusia 9 bulan sejak tahun 1982. Pada tahun 1980, tercatat 28.935 kasus campak di Indonesia, dan sempat meningkat menjadi 92.105 kasus di tahun 1990.

Profil kesehatan Indonesia tahun 2016 melaporkan 6.890 kasus campak sepanjang tahun 2016, dengan jumlah kematian 5 orang. Pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan RI mencatat 8.185 kasus campak di Indonesia, dengan 831 kasus kejadian luar biasa (KLB) atau wabah. Angka kematian yang dilaporkan hanya 1. Apakah data ini menunjukkan kondisi penyakit campak di negara ini sudah sangat rendah dan tidak perlu dikhawatirkan? Apabila Anda berpikiran demikian, maka Anda salah! Pahami dulu beberapa hal berikut.

Pertama, tujuan akhir yang ingin dicapai adalah tidak adanya kasus campak sama sekali di Indonesia (eliminasi), bahkan di seluruh dunia! Rencana strategis (Renstra) 2012 – 2020 yang dibuat oleh WHO mencanangkan eliminasi campak dan rubella di setidaknya 5 area WHO, dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek sudah menargetkan Indonesia bebas campak di tahun 2020, sejak tahun 2015 lalu. Apa artinya? Kampanye imunisasi MR ini bukanlah program dadakan, dan sudah direncanakan mengikuti komitmen bersama 194 negara WHO sesuai Renstra yang ada, yaitu menekan angka kematian akibat campak sampai 95 persen, mengurangi insidens campak kurang dari 5 kasus per satu juta penduduk, dan mencapai cakupan imunisasi campak (atau MR) sampai 90 persen di tingkat nasional. Target ini seharusnya sudah dicapai di tahun 2015, dan angka cakupan imunisasi campak/MR meningkat menjadi 95 persen di tahun 2020. Maka diharapkan Indonesia bebas campak di tahun 2020, selain mampu mengendalikan rubella dan sindrom rubella kongenital. Inilah tujuan dari kampanye imunisasi MR yang mengundang pertanyaan banyak orang.

Perencanaan memasukkan vaksin rubella ke dalam program imunisasi nasional sendiri bukanlah hal baru. WHO position paper on rubella vaccines di tahun 2011 merekomendasikan bahwa semua negara yang belum mengintroduksikan (memasukkan) vaksin rubella dan telah menggunakan 2 dosis vaksin campak dalam program imunisasi rutin seharusnya memasukkan vaksin rubella dalam program imunisasi rutin. Pada tahun 2012, kemitraan global dalam pertemuan kesehatan dunia (World Health Assembly) membentuk The Measles and Rubella Initiative, yang menjadi cikal bakal pemberian vaksin kombinasi MR di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia saat ini. Negara-negara Asia Tenggara lain bahkan sudah mendahului, seperti Kamboja di tahun 2013, Vietnam di tahun 2014, dan Myanmar di tahun 2015. Fakta ini makin memperjelas bahwa program kampanye imunisasi MR bukanlah program dadakan, suatu kewajaran mengikuti apa yang sudah dilakukan di negara-negara lainnya.

Kedua, sebagian orang berkata: “campak bukanlah penyakit berat, bukankah semua anak akan mengalami campak?” Atau “anak saya tetap kena campak, meskipun sudah diimunisasi. Apa manfaatnya vaksin campak?” Di Indonesia, ketika seorang anak mengalami demam yang disertai gejala ruam merah di kulit, maka orangtua menyebutnya sebagai campak, atau “tampak/tampek”. Padahal belum tentu penyakitnya adalah campak, tetapi bisa jadi rubella, atau yang tersering adalah roseola. Penyakit yang disebut terakhir ini dialami oleh sekitar 90% seluruh anak sebelum usianya mencapai 5 tahun (tersering pada usia 6 – 24 bulan).

Roseola yang kadang disebut “tampak” ini adalah penyakit ringan, dan tidak menimbulkan komplikasi, apalagi kematian. Sangat berbeda dengan campak. Orangtua diharapkan mengetahui perbedaannya agar tidak salah kaprah, dan paham bahayanya penyakit campak dan pentingnya imunisasi campak/MR. Maka bisa jadi, ketika orangtua berpikir anaknya tetap sakit campak meskipun sudah diimunisasi, sesungguhnya anak tersebut mengalami roseola atau rubella. Bukan campak.

Di negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, dan Australia, penyakit campak sangat ditakuti, dan orang yang mengalaminya harus diisolasi di dalam rumah sampai berhari-hari, dan tidak boleh melakukan aktivitas di luar, atau pergi bekerja/bersekolah, sampai dinyatakan dokter boleh kembali beraktivitas di luar. Masyarakat di negara-negara ini sangat paham bahayanya campak. Lihat saja cakupan imunisasinya yang tinggi, seperti di Amerika Serikat (AS) sebesar 91,9 persen (dalam bentuk imunisasi MMR) dan dinyatakan telah mengeliminasi campak sejak tahun 1997, dan negara-negara lain seperti Australia (eliminasi sejak tahun 2005), Kanada (sejak 1998), Inggris dan Wales (tahun 1995 – 2001), dan Korea (tahun 2001 – 2006). Kunjungan antara negara memudahkan virus campak berpindah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga negara-negara yang dinyatakan bebas campak ini bisa sewaktu-waktu “mengimpor” virus campak dari warga negara lain. Pada tahun 2014 misalnya, terdapat 667 kasus dari 27 negara bagian di AS, dengan 23 wabah, dan sebanyak 42 persen kasusnya dilaporkan “diimpor” dari negara-negara seperti Filipina, India, Indonesia, dan Cina.

Ketiga, bagaimana dengan data kasus campak di Indonesia yang turun terus, dari 10.712 kasus di tahun 2013, lalu sempat naik menjadi 12.493 kasus di tahun 2014, dan turun ke angka 8.185 kasus pada tahun 2015? Kematian yang dilaporkan pun hanya satu. Tidakkah merasa puas dengan “prestasi” yang ada? Tentu saja tidak! Penjelasan sebelumnya mengenai target Indonesia bebas campak tahun 2020 sudah sangat jelas. Bandingkan saja angka 8.185 di Indonesia tahun 2015 dengan angka 667 kasus di AS tahun 2014. Negara AS sudah merasa sangat banyak dengan jumlah tersebut! Lalu mengenai angka kematian yang hanya satu, saya merasa yakin jumlah ini masih underreported.

Tidak semua kasus kematian dilaporkan, dengan luasnya dan beragamnya geografis Indonesia, termasuk daerah-daerah pelosok, dan sistem pelaporan yang belum memadai di semua tempat. Bisa saja kenyataan yang terjadi merupakan fenomena gunung es, yaitu masih banyak kasus yang tidak atau belum terlaporkan. Di dalam petunjuk teknis kampanye imunisasi MR sendiri, Kementerian Kesehatan mengakui jumlah kasus diperkirakan masih rendah dibandingkan angka sebenarnya di lapangan, mengingat masih banyaknya kasus tidak terlaporkan, terutama dari pelayanan swasta, serta kelengkapan laporan surveilans yang masih rendah.

Keempat, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan cakupan imunisasi campak masih rendah, yaitu 82,1 persen, meskipun laporan dari data rutin imunisasi campak menunjukkan angka 97,8 persen di tahun yang sama, dan turun menjadi 92,3 persen di tahun 2015. Maka untuk mencapai target cakupan lebih dari 95 persen di tahun 2020, tantangannya menjadi sangat besar, dan kampanye imunisasi MR yang diawali tahun ini menjadi cermin bagaimana Pulau Jawa mampu menghadapinya.

Pernahkah Anda melihat anak yang dirawat di RS karena sakit campak, dengan komplikasi pneumonia, diare atau ensefalitis? Saya seorang dokter anak, dan saya melihat sendiri penderitaan anak-anak yang dirawat karena napasnya sesak, lemas akibat kekurangan cairan saat diarenya, bahkan sampai kejang berulang karena ensefalitis, dan berakhir pada kematian, atau cacat seumur hidup, setelah sebelumnya mengalami tumbuh-kembang normal! Penderitaan akibat penyakit campak dan rubella tidak semata pada fisik si anak saja, tetapi anggota keluarga lain yang terpaksa harus menemaninya menjalani sakitnya.

Ketika seorang anak dirawat, otomatis orangtuanya harus menemaninya. Sang ayah terpaksa tidak masuk kerja, atau mencari nafkah lewat berdagang misalnya, selama hari-hari anak dirawat. Belum lagi pengeluaran biaya untuk makan sehari-hari, ongkos transportasi, dan risiko mengalami kelelahan fisik dan mental yang berujung pada melemahnya daya tahan tubuh. Di AS misalnya, pada 12 (saja) kasus campak yang dilaporkan tahun 2008 di negara bagian Kalifornia, biaya kesehatan yang harus ditanggung masyarakat dihitung sebanyak 125.000 USD.

Di negara bagian Arizona pada tahun yang sama, 14 kasus yang dilaporkan memakan biaya 800.000 USD! Di Indonesia, Badan Litbang Kesehatan Kemenkes pada tahun 2015 memperkirakan kerugian makro-ekonomi sebesar 1,09 triliun akibat sindrom rubella kongenital! Pengkajian biaya disability-adjusted life year (DALY), yaitu estimasi kerugian berupa kehilangan hari-hari potensial untuk bekerja dalam hitungan tahun akibat penyakit campak dan rubella, antara yang mendapatkan imunisasi MR dengan yang tidak mendapatkan imunisasi adalah sebesar Rp 26.598.238 per orang! Bagaimana dengan kerugian akibat sindrom rubella kongenital?

Dalam sepekan terakhir, saya bertemu dengan dua orang anak yang mengalami ketulian akibat sindrom rubella kongenital. Anak pertama berusia 2 tahun dan orangtuanya tergolong ekonomi tidak mampu. Alat bantu dengar (ABD) yang didapatkannya secara Cuma-Cuma dari sebuah yayasan ternyata tidak memberikan manfaat sama sekali bagi putrinya. Ternyata spesifikasi minimal ABD yang dibutuhkannya seharga sekitar 10 juta rupiah. Anak kedua berusia 10 tahun, dan berasal dari orangtua berkemampuan ekonomi tinggi. Saat usianya 1 tahun, ia menjalani operasi implan koklea di Singapura, dengan biaya sekitar 500 juta rupiah per telinga! Itu sekitar 9 tahun lalu.

Saat ini ia masih menggunakan ABD dengan kapasitas 10 kali lebih baik dari ABD yang diperkirakan mampu membantu secara minimal pendengaran anak pertama. Harganya pun setara dengan spesifikasi alatnya, yaitu sekitar 10 kali lipat lebih mahal. Silakan hitung sendiri berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membantu indera pendengaran, penglihatan (anak dengan sindrom rubella kongenital mengalami katarak sejak lahir yang harus dioperasi), dan jantungnya (celah/katup jantung yang masih terbuka). Biayanya mencapai hitungan huruf M.

Berapa biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam kampanye imunisasi MR kali ini? Media Jawapos mengutip pernyataan Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra Kemenkes menyebutkan 740 miliar, dengan rincian sumber APBN sebesar 399 miliar, dan sisanya dana hibah dari Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI). Media Harian Nasional menuliskan angka 1,84 triliun, tetapi ini mencakup vaksin-vaksin selain MR, seperti pneumokokus, HPV, dan JE, yang harganya tentu berbeda dengan vaksin MR.

Ada masyarakat yang mempertanyakan dana sebesar ini, bahkan menghubungkannya dengan “tidak ada makan siang gratis” lewat dana hibah, dan “praktik bisnis di dunia farmasi dan kedokteran”. Dua hal yang disebutkan terakhir ini mengundang tawa saya. Apakah dana tersebut besar? Ya, tapi masih sangat wajar, dengan banyaknya cakupan yang ditarget, dan manfaatnya secara ekonomis. Lihat kembali hitung-hitungan kerugian secara ekonomi (belum secara fisik dan mental) akibat penyakit campak dan rubella, bagi seluruh individu yang mengalaminya.

Lalu ide yang menghubungkan antara pemberian vaksin gratis 100 persen dari pemerintah dengan “praktik bisnis” sangatlah konyol. Bedakan antara program imunisasi gratis dari pemerintah yang sudah berlangsung sejak tahun 1977, dengan imunisasi-imunisasi menggunakan vaksin berbayar di layanan kesehatan swasta. Pada program imunisasi MR, semua adalah tanggungan dan kewajiban pemerintah, dan semua tenaga kesehatan lapangan yang terlibat dalam program ini adalah pegawai Puskesmas yang mendapat penghasilan secara rutin layaknya gaji bulanan. Vaksin program pemerintah tidak ada unsur bisnisnya!

sumber : republika.co.id