Contoh Marquee dari bawah ke atas

Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah Jakarta

Kegembiraan dan keceriaan Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Setibanya di Alun-Alun Museum Fatahilah Jakakrta, di dampingi oleh Pembina OSIS (Hasbi,S.Pdi)

Kegiatan Ujian Nasional Tahun 2015

Hari ke-2 Selasa,5 Mei 2015 sebanyak 48 Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Masih Tetap semangat untuk menyelesaikan Soal Ujian Nasioanl

Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah,Museum Wayang, dan Bank Indonesia

Wejangan dan Nasihat dari Kepala Sekolah Sebelum melaksanakan Penelitian di Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan Musem Bank Indonesia

Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta

Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta:Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, dan Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman

Hubbul Wathon Minal Iman ("Cinta tanah air adalah sebagian dari iman") adalah slogan nasionalisme Islam yang dipopulerkan ulama Nusantara, terutama oleh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah

Minggu, 13 Desember 2015

Syeikh Nawawi al-Bantani


http://www.darulhikmah.sch.id/2015/12/syaikh-muhammad-nawawi-al-jawi-al.html

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani 
Bahasa Arab: محمد نووي الجاوي البنتني, lahir di Tanara, Serang, 1813 - meninggal di Mekkah, 1897) adalah seorang ulama Indonesia yang terkenal. Ia bergelar al-Bantani karena ia berasal dari Banten, Indonesia. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab.

Kelahiran dan Pendidikan
1230-1314 H / 1815- 1897 M Lahir dengan nama Abû Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi. Ulama besar ini hidup dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat. Ulama yang lahir di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Propinsi Banten (Sekarang di Kampung Pesisir, desa Pedaleman Kecamatan Tanara depan Mesjid Jami’ Syaikh Nawawi Bantani) pada tahun 1230 H atau 1815 M ini bernasab kepada keturunan Maulana Hasanuddin Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Keturunan ke-12 dari Sultan Banten. Nasab dia melalui jalur ini sampai kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Melalui keturunan Maulana Hasanuddin yakni Pangeran Suniararas, yang makamnya hanya berjarak 500 meter dari bekas kediaman dia di Tanara, nasab Ahlul Bait sampai ke Syaikh Nawawi. Ayah dia seorang Ulama Banten, ‘Umar bin ‘Arabi, ibunya bernama Zubaedah.

Pendidikan
Semenjak kecil dia memang terkenal cerdas. Otaknya dengan mudah menyerap pelajaran yang telah diberikan ayahnya sejak umur 5 tahun. Pertanyaanpertanyaan kritisnya sering membuat ayahnya bingung. Melihat potensi yang begitu besar pada putranya, pada usia 8 tahun sang ayah mengirimkannya keberbagai pesantren di Jawa. Dia mula-mula mendapat bimbingan langsung dari ayahnya, kemudian berguru kapada Kyai Sahal, Banten; setelah itu mengaji kepada Kyai Yusuf, Purwakarta.[1]

Di usia dia yang belum lagi mencapai 15 tahun, Syaikh Nawawi telah mengajar banyak orang. Sampai kemudian karena karamahnya yang telah mengkilap sebelia itu, dia mencari tempat di pinggir pantai agar lebih leluasa mengajar murid-muridnya yang kian hari bertambah banyak. Pada usia 15 tahun dia menunaikan haji dan berguru kepada sejumlah ulama terkenal di Mekah, seperti Syaikh Khâtib al-Sambasi, Abdul Ghani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Abdul Hamîd Daghestani, Syaikh Sayyid Ahmad Nahrawi, Syaikh Ahmad Dimyati, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, Syaikh Muhammad Khatib Hambali, dan Syaikh Junaid Al-Betawi. Tapi guru yang paling berpengaruh adalah Syaikh Sayyid Ahmad Nahrawi, Syaikh Junaid Al-Betawi dan Syaikh Ahmad Dimyati, ulama terkemuka di Mekah. Lewat ketiga Syaikh inilah karakter dia terbentuk. Selain itu juga ada dua ulama lain yang berperan besar mengubah alam pikirannya, yaitu Syaikh Muhammad Khatib dan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, ulama besar di Medinah.

Karya-Karya dan Karamah
Kepakaran dia tidak diragukan lagi. Ulama asal Mesir, Syaikh 'Umar 'Abdul Jabbâr dalam kitabnya "al-Durûs min Mâdhi al-Ta’lîm wa Hadlirih bi al-Masjidil al-Harâm” (beberapa kajian masa lalu dan masa kini tentang Pendidikan Masa kini di Masjidil Haram) menulis bahwa Syaikh Nawawi sangat produktif menulis hingga karyanya mencapai seratus judul lebih, meliputi berbagai disiplin ilmu. Banyak pula karyanya yang berupa syarah atau komentar terhadap kitab-kitab klasik. Sebagian dari karya-karya Syaikh Nawawi di antaranya adalah sebagai berikut:
  1.     al-Tsamâr al-Yâni’ah syarah al-Riyâdl al-Badî’ah
  2.     al-‘Aqd al-Tsamîn syarah Fath al-Mubîn
  3.     Sullam al-Munâjah syarah Safînah al-Shalâh
  4.     BaÄ¥jah al-Wasâil syarah al-Risâlah al-Jâmi’ah bayn al-Usûl wa al-Fiqh wa al-Tasawwuf
  5.     al-Tausyîh/ Quwt al-Habîb al-Gharîb syarah Fath al-Qarîb al-Mujîb
  6.     Niĥâyah al-Zayyin syarah Qurrah al-‘Ain bi MuÄ¥immâh al-Dîn
  7.     Marâqi al-‘Ubûdiyyah syarah Matan Bidâyah al-Ĥidâyah
  8.     Nashâih al-‘Ibâd syarah al-Manbaĥâtu ‘ala al-Isti’dâd li yaum al-Mi’âd
  9.     Salâlim al-Fadhlâ΄ syarah Mandhûmah Ĥidâyah al-Azkiyâ΄
  10.     Qâmi’u al-Thugyân syarah Mandhûmah Syu’bu al-Imân
  11.     al-Tafsir al-Munîr li al-Mu’âlim al-Tanzîl al-Mufassir ‘an wujûĥ mahâsin al-Ta΄wil musammâ Murâh Labîd li Kasyafi Ma’nâ Qur΄an Majîd
  12.     Kasyf al-Marûthiyyah syarah Matan al-Jurumiyyah
  13.     Fath al-Ghâfir al-Khathiyyah syarah Nadham al-Jurumiyyah musammâ al-Kawâkib al-Jaliyyah
  14.     Nur al-Dhalâm ‘ala Mandhûmah al-Musammâh bi ‘Aqîdah al-‘Awwâm
  15.     Tanqîh al-Qaul al-Hatsîts syarah Lubâb al-Hadîts
  16.     Madârij al-Shu’ûd syarah Maulid al-Barzanji
  17.     Targhîb al-Mustâqîn syarah Mandhûmah Maulid al-Barzanjî
  18.     Fath al-Shamad al ‘Âlam syarah Maulid Syarif al-‘Anâm
  19.     Fath al-Majîd syarah al-Durr al-Farîd
  20.     Tîjân al-Darâry syarah Matan al-Baijûry
  21.     Fath al-Mujîb syarah Mukhtashar al-Khathîb
  22.     Murâqah Shu’ûd al-Tashdîq syarah Sulam al-Taufîq
  23.     Kâsyifah al-Sajâ syarah Safînah al-Najâ
  24.     al-Futûhâh al-Madaniyyah syarah al-Syu’b al-ÃŽmâniyyah
  25.     ‘Uqûd al-Lujain fi Bayân Huqûq al-Zaujain
  26.     Qathr al-Ghais syarah Masâil Abî al-Laits
  27.     Naqâwah al-‘Aqîdah Mandhûmah fi Tauhîd
  28.     al-NaÄ¥jah al-Jayyidah syarah Naqâwah al-‘Aqîdah
  29.     Sulûk al-Jâdah syarah Lam’ah al-Mafâdah fi bayân al-Jumu’ah wa almu’âdah
  30.     Hilyah al-Shibyân syarah Fath al-Rahman
  31.     al-Fushûsh al-Yâqutiyyah ‘ala al-Raudlah al-Baĥîyyah fi Abwâb al-Tashrîfiyyah
  32.     al-Riyâdl al-Fauliyyah
  33.     Mishbâh al-Dhalâm’ala MinÄ¥aj al-Atamma fi Tabwîb al-Hukm
  34.     Dzariyy’ah al-Yaqîn ‘ala Umm al-Barâĥîn fi al-Tauhîd
  35.     al-Ibrîz al-Dâniy fi Maulid Sayyidina Muhammad al-Sayyid al-Adnâny
  36.     Baghyah al-‘Awwâm fi Syarah Maulid Sayyid al-Anâm
  37.     al-Durrur al-BaÄ¥iyyah fi syarah al-Khashâish al-Nabawiyyah
  38.     Lubâb al-bayyân fi ‘Ilmi Bayyân.[4]
Karya tafsirnya, al-Munîr, sangat monumental, bahkan ada yang mengatakan lebih baik dari Tafsîr Jalâlain, karya Imâm Jalâluddîn al-Suyûthi dan Imâm Jalâluddîn al-Mahâlli yang sangat terkenal itu. Sementara Kâsyifah al-Sajâ syarah merupakan syarah atau komentar terhadap kitab fiqih Safînah al-Najâ, karya Syaikh Sâlim bin Sumeir al-Hadhramy. Para pakar menyebut karya dia lebih praktis ketimbang matan yang dikomentarinya. Karya-karya dia di bidang Ilmu Akidah misalnya Tîjân al-Darâry, Nûr al-Dhalam, Fath al-Majîd. Sementara dalam bidang Ilmu Hadits misalnya Tanqih al-Qaul. Karya-karya dia di bidang Ilmu Fiqih yakni Sullam al-Munâjah, Niĥâyah al-Zain, Kâsyifah al-Sajâ. Adapun Qâmi’u al-Thugyân, Nashâih al-‘Ibâd dan Minhâj al-Raghibi merupakan karya tasawwuf. Ada lagi sebuah kitab fiqih karya dia yang sangat terkenal di kalangan para santri pesantren di Jawa, yaitu Syarah ’Uqûd al-Lujain fi Bayân Huqûq al-Zaujain. Hampir semua pesantren memasukkan kitab ini dalam daftar paket bacaan wajib, terutama di Bulan Ramadhan. Isinya tentang segala persoalan keluarga yang ditulis secara detail. Hubungan antara suami dan istri dijelaskan secara rinci. Kitab yang sangat terkenal ini menjadi rujukan selama hampir seabad. Tapi kini, seabad kemudian kitab tersebut dikritik dan digugat, terutama oleh kalangan muslimah. Mereka menilai kandungan kitab tersebut sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan masa kini. Tradisi syarah atau komentar bahkan kritik mengkritik terhadap karya dia, tentulah tidak mengurangi kualitas kepakaran dan intelektual dia

Karamah
Konon, pada suatu waktu pernah dia mengarang kitab dengan menggunakan telunjuk dia sebagai lampu, saat itu dalam sebuah perjalanan. Karena tidak ada cahaya dalam syuqduf yakni rumah-rumahan di punggung unta, yang dia diami, sementara aspirasi tengah kencang mengisi kepalanya. Syaikh Nawawi kemudian berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu menerangi jari kanannya yang untuk menulis. Kitab yang kemudian lahir dengan nama Marâqi al-‘Ubudiyyah syarah Matan Bidâyah al-Hidayah itu harus dibayar dia dengan cacat pada jari telunjuk kirinya. Cahaya yang diberikan Allah pada jari telunjuk kiri dia itu membawa bekas yang tidak hilang. Karamah dia yang lain juga diperlihatkannya di saat mengunjungi salah satu masjid di Jakarta yakni Masjid Pekojan. Masjid yang dibangun oleh salah seorang keturunan cucu Rasulullah saw Sayyid Utsmân bin ‘Agîl bin Yahya al-‘Alawi, Ulama dan Mufti Betawi (sekarang ibukota Jakarta),[6] itu ternyata memiliki kiblat yang salah. Padahal yang menentukan kiblat bagi mesjid itu adalah Sayyid Utsmân sendiri.

Tak ayal , saat seorang anak remaja yang tak dikenalnya menyalahkan penentuan kiblat, kagetlah Sayyid Utsmân. Diskusipun terjadi dengan seru antara mereka berdua. Sayyid Utsmân tetap berpendirian kiblat Mesjid Pekojan sudah benar. Sementara Syaikh Nawawi remaja berpendapat arah kiblat mesti dibetulkan. Saat kesepakatan tak bisa diraih karena masing-masing mempertahankan pendapatnya dengan keras, Syaikh Nawawi remaja menarik lengan baju lengan Sayyid Utsmân. Dirapatkan tubuhnya agar bisa saling mendekat.
“     “Lihatlah Sayyid!, itulah Ka΄bah tempat Kiblat kita. Lihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka΄bah itu terlihat amat jelas? Sementara Kiblat masjid ini agak kekiri. Maka perlulah kiblatnya digeser ke kanan agar tepat menghadap ke Ka΄bah". Ujar Syaikh Nawawi remaja.     ”

Sayyid Utsmân termangu. Ka΄bah yang ia lihat dengan mengikuti telunjuk Syaikh Nawawi remaja memang terlihat jelas. Sayyid Utsmân merasa takjub dan menyadari , remaja yang bertubuh kecil di hadapannya ini telah dikaruniai kemuliaan, yakni terbukanya nur basyariyyah. Dengan karamah itu, di manapun dia berada Ka΄bah tetap terlihat. Dengan penuh hormat, Sayyid Utsmân langsung memeluk tubuh kecil dia. Sampai saat ini, jika kita mengunjungi Masjid Pekojan akan terlihat kiblat digeser, tidak sesuai aslinya.[7]

Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat kemudian diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota. Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut. Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya. Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan adalah satu jasad yang masih utuh. Tidak kurang satu apapun, tidak lecet atau tanda-tanda pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan kain putih kafan penutup jasad dia tidak sobek dan tidak lapuk sedikitpun.

Terang saja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan kemudian menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan. Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah melarang membongkar makam tersebut. Jasad dia lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam dia tetap berada di Ma΄la, Mekah.

Demikianlah karamah Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi. Tanah organisme yang hidup di dalamnya sedikitpun tidak merusak jasad dia. Kasih sayang Allah Ta’ala berlimpah pada dia. Karamah Syaikh Nawawi yang paling tinggi akan kita rasakan saat kita membuka lembar demi lembar Tafsîr Munîr yang dia karang. Kitab Tafsir fenomenal ini menerangi jalan siapa saja yang ingin memahami Firman Allah swt. Begitu juga dari kalimat-kalimat lugas kitab fiqih, Kâsyifah al-Sajâ, yang menerangkan syariat. Begitu pula ratusan hikmah di dalam kitab Nashâih al-‘Ibâd. Serta ratusan kitab lainnya yang akan terus menyirami umat dengan cahaya abadi dari buah tangan dia.


Wafat
Masa selama 69 tahun mengabdikan dirinya sebagai guru Umat Islam telah memberikan pandangan-pandangan cemerlang atas berbagai masalah umat Islam. Syaikh Nawawi wafat di Mekah pada tanggal 25 syawal 1314 H/ 1897 M. Tapi ada pula yang mencatat tahun wafatnya pada tahun 1316 H/ 1899 M. Makamnya terletak di pekuburan Ma'la di Mekah. Makam dia bersebelahan dengan makam anak perempuan dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Asma΄ binti Abû Bakar al-Siddîq.
https://id.wikipedia.org/wiki/Nawawi_al-Bantani
 

Rabu, 25 November 2015

Ekonomi SMA 10

PR....
Pilihlah Jawaban Yang Paling Tepat...

A. Pilihan Ganda
1.  Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhannya berupa barang dan   jasa untuk memenuhi kemakmurannya disebut …..
A. Ilmu ekonomi
B. Ekonomi mikro
C. Ekonomi makro
D. Ekonomi deskriptif
E. Ekonomi terapan

2.  Berikut data-data permasalahan ekonomi mikro dan makro:
1. Kemiskinan     4. Keseimbangan harga
2. Inflasi               5. Eksport dan import
3. Permintaan     6. Penawaran
Yang merupakan masalah ekonomi mikro adalah …
A. 1, 2 dan 3
B. 2, 3 dan 5
C. 3, 4 dan 6
D. 3, 4 dan 5
E. 4, 5 dan 6

3.  Adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas merupakan …
A. Masalah ekonomi
B. Masalah pokok ekonomi
C. Kejadian ekonomi
D. Inti ekonomi
E. Kelangkaan

4.  Di bawah ini merupakan faktor-faktor penyebab kelangkaan, kecuali …
A. Banyaknya persediaan sumber daya manusia
B. Keserakahan
C. Kebutuhan manusia lebih cepat dari kemampuan   manusia menghasilkan sumber baru
D. Terbatasnya sumber daya manusia
E. Terbatasnya sumber daya alam

5.  Salah satu masalah ekonomi klasik yang menyangkut bagaimana caranya agar barang atau jasa yang dproduksi dapat tersalurkan kepada konsumen adalah …
A. Produksi
B. Konsumsi
C. Distribusi
D. Kelangkaan
E. Sumber daya

6.  Berikut ini adalah masalah pokok ekonomi:
1. What
2. How
3. Produksi
4. Distribusi
5. For whom
6. Konsumsi
Yang menjadi masalah pokok ekonomi menurut ekonomi modern adalah …
A. 1, 2 dan 3
B. 4, 5 dan 6
C. 1, 3 dan 5
D. 2, 4 dan 6
E. 1, 2 dan 5

7.  Pengorbanan yang dilakukan seseorang karena menggambil sebuah pilihan disebut …
A. Biaya sehari-hari
B. Biaya hidup
C. Biaya tak terduga
D. Biaya produksi
E. Biaya peluang

8.  Setelah lulus dari SMA, Adi mempunyai dua pilihan, kuliah atau bekerja diperusahaan pamannya. Adi memilih untuk bekerja. Maka yang menjadi biaya peluangnya adalah
A. Penghasilan yang bisa ia dapatkan dari pekerjaannya
B. Kesempatan kuliah di perguruan tinggi
C. Biaya yang harus ia miliki untuk modal bekerja
D. Rasa terima kasih kepada pamannya
E. Berteman dengan anak kampus

9.  Sistem ekonomi yang belum mengenal perdagangan, yaitu …
A. Sistem ekonomi tradisional
B. Sistem ekonomi terpusat
C. Sistem ekonomi pasar
D. Sistem ekonomi campuran
E. Sistem ekonomi modern

10. Di bawah ini kebaikan sistem ekonomi komando adalah …
A. Pembatasan kepemilikan suatu produksi
B. Kekuatan ekonomi diatur pemilik modal
C. Lebih mudah dalam menghadapi krisis ekonomi
D. Bebas memiliki kekayaan
E. Masyarakat lebih berkembang

11. Kegunaan bentuk terjadi apabila …
A. Kayu diubah menjadi kursi
B. Payung dipakai pada saat hujan
C. Perahu dipakai dilaut
D. Sawah digarap oleh petani
E. Kail digunakan untuk memancing

12.  Kemampuan suatu bararang dapat ditukarkan dengan barang lain dimana secara umum semua orang dapat menerimanya. Hal merupakan penjelasan dari ….
A. Nilai pakai subjektif
B. Nilai pakai objektif
C. Nilai tukar objektif
D. Nilai tukar subjektif
E. Nilai barang

13. Inti dari Hukum Gossen II adalah …
A. Seseorang pemenuhan kebutuhan secara terus menerus, maka tingkat kepuasannya akan berkurang
B. Seseorang akan memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai pada tingkat yang sama
C. Dengan pengorbanan tertentu, berusaha untuk memperoleh hasil yang optimal
D. Tindakan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya
E. Keinginan seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi

14.  Setiap individu dan masyarakat mempunyai kecanderungan tertentu dalam melakukan konsumsi, disebut …
A. Pola konsumsi
B. Pola produksi
C. Pola ekonomi
D. Pola distribusi
E. Pola gabungan

15. Hubungan pendapatan, konsumsi, dan tabungan dirumuskan dengan …
A. Y = C + Q
B. C = Y + S
C. C = Y + Q
D. Y = S + Q
E. Y = C + S

16. Dibawah ini faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi, kecuali …
A. Harga barang atau jasa
B. Sifat dan karakteristik manusia
C. Kebiasaan dan sikap hidup
D. Mode atau tren
E. Agama dan adat istiadat

17. Yang termasuk faktor produksi turunan adalah …
A. Alam
B. Manusia
C. Barang
D. Modal
E. Jasa

18. Berikut adalah tujuan produksi, kecuali …
A. Menghabiskan nilai guna barang dan jasa
B. Menjaga kesinambungan usaha
C. Peningkatan keuntungan
D. Meningkatkan kualitas barang
E. Memenuhi kebutuhan masyarakat


19. Yang berlaku sebagai penerima pajak dan pemberi subsidi adalah …
A. Rumah tangga konsumsi
B. Rumah tangga produksi
C. Rumah tangga Negara
D. Rumah tangga luar negeri
E. Rumah tangga masyarakat

20. Berikut ini beberapa peran pelaku ekonomi
1. Sebagai pengatur ekonomi
2. Sebagai penghasil devisa
3. Sebagai penghasi faktor produksi
4. Sebagai sumber investasi
5. Sebagai pemberi pinjaman
6. Sebagai produsen
Yang merupakan peran pelaku rumah tangga luar negeri adalah …
A. 1, 2, dan 5
B. 2, 4, dan 5
C. 3, 5, dan 6
D. 4, 5, dan 6
E. 1, 4, dan 5

21. Circulair Flow Diagram menunjukkan adanya arus …
A. Pengeluaran barang dan jasa
B. Penerimaan barang dan jasa
C. Barang dan jasa serta pengeluaran barang dan jasa
D. Penerimaan barang dan jasa serta pengeluaran barang dan jasa
E. Barang dan jasa, arus pengeluaran barang dan jasa serta arus penerimaan pendapatan

22. Permintaan adalah …
A. Jumlah barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen pada suatu saat
B. Jumlah barang dan jasa yang diterima konsumen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu
C. Jumlah barang dan jasa yang dimiliki oleh konsumen pada suatu waktu
D. Jumlah barang dan jasa yang dibeli konsumen di pasar
E. Jumlah barang dan jasa yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga dimasa yang telah lampau
 23. Di bawah ini merupakan macam-macam dari permintaan berdasarkan subjeknya …
     A. Permintaan efektif
     B. Permintaan potensial
     C. Permintaan barang
     D. Permintaan individu
     E. Permintaan jasa

24. Perhatikan kurva di bawah ini. Kurva tersebut merupakan kurva …



      A. Kurva investasi
     B. Kurva produksi
   C. Kurva penerimaan
      D. Kurva biaya
  E. Kurva permintaan

 25. Jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu akan seiring dengan jumlah harganya, penjelasan tersebut merupakan inti dari hukum …
A. Penawaran
B. Permintaan
C. Gossen I
D. Gossen II
E. Ekonomi

 26. Pada saat harga Rp 1.500,00 penawarannya sebanyak 2000 unit. Kemudian harga naik menjadi Rp 1.750,00, penawaran pun bertambah menjadi 3000 unit. Maka fungsi penawarannya adalah …
A. Q = 4P – 4000
B. Q = 4P + 4000
C. Q = -4P – 4000
D. Q = -4P + 4000
E. Q = 40P – 4000

 27. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaaan dan penawaran
1. Harga
2. Jumlah penduduk
3. Biaya produksi
4. Teknik produksi
5. Harga barang lain
Yang termasuk dalam mempengaruhi faktor-faktor penawaran adalah
A. 1 dan 5
B. 4 dan 5
C. 1 dan 2
D. 2 dan 3
E. 3 dan 4

28. Perhatikan table berikut:
Harga
Permintaan
Penawaran
Rp 10.000
75 unit
250 unit
Rp 8.000
100 unit
175 unit
Rp 6.000
155 unit
155 unit
Rp 4.000
350 unit
78 unit

Harga keseimbangan terjadi pada saat
A. Rp 10.000
B. Rp 8.000
C. Rp 6.000
D. Rp 4.000
E. Rp 2.000

29. Harga pasar adalah …
A. Harga yang disepakati para pembeli
B. Harga yang disepakati para penjual
C. Harga yang disepakati bersama
D. Harga yang disepakati para pembeli dan penjual
E. Harga yang disepakati oleh para produsen


30. Perhatikan kurva dibawah ini
Kurva Pergeseran Permintaan dan hargaedit.jpg
Kurva diatas menunjukkan pergeseran
A. Penawaran dan harga
B. Permintaan dan harga
C. Keseimbangan
D. Investasi dan harga
      E. Keseimbangan dan harga