Contoh Marquee dari bawah ke atas

PPDB TP.2026/2027

Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 MTS Darul Hikmah Onyam Kecamatan Gunung Kaler

Kegiatan Ujian Nasional Tahun 2015

Hari ke-2 Selasa,5 Mei 2015 sebanyak 48 Siswa-Siswi MTs Darul Hikmah Masih Tetap semangat untuk menyelesaikan Soal Ujian Nasioanl

Kegiatan Studi Tour Ke Museum Fatahilah,Museum Wayang, dan Bank Indonesia

Wejangan dan Nasihat dari Kepala Sekolah Sebelum melaksanakan Penelitian di Museum Fatahilah, Museum Wayang, dan Musem Bank Indonesia

Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta

Materi Pokok Kurikulum Berbasis Cinta:Cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, dan Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman

Hubbul Wathon Minal Iman ("Cinta tanah air adalah sebagian dari iman") adalah slogan nasionalisme Islam yang dipopulerkan ulama Nusantara, terutama oleh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah

Selasa, 09 Desember 2025

Download Buku Pelajaran Elektronik Untuk Jenjang MTs/SMP



Download Buku Pelajaran Elektronik Untuk Jenjang MTs/SMP

Belajar kini semakin mudah dan hemat! Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyediakan Buku Sekolah Elektronik yang bisa diunduh secara gratis oleh siswa, guru, dan orang tua. 

Unduh disini

Buku Guru dan Siswa Kelas 7

Buku Guru dan Siswa Kelas 8

Buku Guru dan Siswa Kelas 9


Senin, 08 Desember 2025

Daftar Kata Kerja Operasional (KKO) pada Taksonomi Solo

 Daftar Kata Kerja Operasional (KKO) pada Taksonomi Solo

Dalam mempersiapkan pembelajaran dengan pendekatan deep learning, tentu salah satu yang perlu kita siapkan adalah menyusun tujuan pembelajaran. Seperti kita ketahui, tujuan pembelajaran deep learning tetap bisa memakai kata kerja operasional sesuai taksonomi Bloom, tetapi ada tambahan baru yaitu taksonomi SOLO.

Pada artikel ini akan diuraikan mengenai pengertian Taksonomi SOLO dan daftar kerja operasional (KKO) yang bisa Bapak/Ibu kembangkan dalam menyusun tujuan pembelajaran.

Apa Itu Taksonomi SOLO?

SOLO adalah singkatan dari Structure of Observed Learning Outcomes atau jika diterjemahkan yaitu Struktur Hasil Pembelajaran yang Diamati. Taksonomi ini dikembangkan oleh John Biggs dan Kevin Collis pada tahun 1982 sebagai kerangka untuk memahami tingkat pemahaman siswa terhadap suatu materi.

Berbeda dengan Taksonomi Bloom yang lebih fokus pada jenis keterampilan kognitif, Taksonomi SOLO lebih menekankan pada kualitas pemahaman siswa. Jadi, ini bukan tentang jenis pengetahuan, melainkan seberapa dalam pemahaman mereka terhadap materi tersebut.


Taksonomi SOLO terdiri dari lima tingkat pemahaman yang disusun secara hierarkis.

Prestructural: Siswa belum memahami materi sama sekali. Mereka mungkin hanya memberikan jawaban yang tidak relevan atau mengulang informasi tanpa makna.

Unistructural: Siswa sudah mulai memahami satu aspek dari materi, tetapi belum mampu menghubungkannya dengan konsep lain.

Multistructural: Siswa sudah memahami beberapa aspek materi, tetapi masih melihatnya sebagai bagian-bagian yang terpisah.

Relational: Siswa dapat menghubungkan berbagai aspek dan menerapkannya dalam konteks tertentu.

Extended Abstract: Tingkat tertinggi di mana siswa tidak hanya memahami materi secara utuh, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks baru atau membuat generalisasi.


Kata Kerja Operasional (KKO) dalam Taksonomi SOLO


KKO pada masing-masing tingkatan dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Prestructural

Pada tingkat ini, siswa belum memahami konsep, berada pada level inkompetensi. Tidak ada kata kerja kerja operasional pada tingkat pemahaman ini.


2. Unistructural

Pada tingkat ini, siswa fokus pada satu aspek atau konsep sederhana. KKO yang digunakan meliputi:

Menghafal

Mengidentifikasi

Menyebutkan

Menulis

Mengurutkan

Meniru

Contoh Tujuan Pembelajaran:

Siswa dapat menyebutkan minimal tiga jenis energi terbarukan

Siswa dapat mengidentifikasi contoh alat yang menggunakan energi terbarukan


3. Multistructural

Siswa mulai memahami beberapa aspek, tetapi belum mengintegrasikannya. KKO yang digunakan meliputi:

Mengklasifikasi

Mendeskripsikan

Mengilustrasikan

Mengelompokkan

Menghitung

Contoh Tujuan Pembelajaran:

Siswa dapat mengklasifikasi sumber energi terbarukan berdasarkan jenisnya (misalnya, energi matahari, angin, air, dan biomassa)

Siswa dapat mendeskripsikan cara kerja salah satu alat energi terbarukan


4. Relational

Pada tingkat ini, siswa mampu menghubungkan berbagai konsep dan menerapkannya. KKO yang digunakan meliputi:

Menerapkan

Menganalisis

Membandingkan

Memecahkan masalah

Menyimpulkan

Contoh Tujuan Pembelajaran:

Siswa dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan penggunaan energi terbarukan dibandingkan energi tak terbarukan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa dapat membandingkan efisiensi dua jenis teknologi energi terbarukan (misalnya, panel surya vs. turbin angin) berdasarkan hasil pengamatan atau data sederhana.


5. Extended Abstract (Berpikir Abstrak yang Mendalam)

Tingkat tertinggi ini menunjukkan kemampuan siswa untuk berpikir abstrak, menciptakan, dan menggeneralisasi. KKO yang digunakan meliputi:

Berhipotesis

Menciptakan

Merancang

Mengevaluasi

Merefleksi

Contoh Tujuan Pembelajaran:

Siswa dapat merancang model sederhana alat yang memanfaatkan energi terbarukan (misalnya, prototype kincir air atau panel surya mini) untuk menyelesaikan masalah kebutuhan energi di lingkungan sekitar.

Siswa dapat berhipotesis tentang dampak penggunaan energi terbarukan terhadap lingkungan dan masyarakat, serta merefleksi hasilnya berdasarkan data atau pengamatan.

Demikianlah tingkatan pemahaman pada taksonomi SOLO serta kata kerja operasional yang bisa dimunculkan dalam tujuan pembelajaran deep learning. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.panduanmengajar.com/

Sabtu, 06 Desember 2025

Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman

 

Mbah Hasyim Asy'ari, MTsS Darul Hikmah

Hubbul Wathon Minal Iman ("Cinta tanah air adalh sebagian dari iman") adalah slogan nasionalisme Islam yang dipopulerkan ulama Nusantara, terutama oleh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah, sebagai landasan perjuangan kemerdekaan Indonesia, meskipun bukan hadis sahih, maknanya bersumber dari kecintaan Rasulullah SAW pada tanah airnya (Madinah) yang dicontohkan dalam hadis sahih, dan menjadi semangat bagi kaum santri untuk mempertahankan NKRI. 


Asal-usul dan Makna
Bukan Hadis, tapi Sahih Maknanya: Para ulama (seperti Imam As-Suyuthi) mengonfirmasi bahwa frasa ini bukan hadis Nabi Muhammad SAW, tetapi maknanya sangat benar dan sesuai dengan ajaran Islam dan perilaku Nabi.

Teladan Rasulullah SAW: Nabi Muhammad SAW menunjukkan kecintaan pada tanah airnya (Madinah) dengan mempercepat laju untanya saat mendekati Madinah setelah pulang dari suatu perjalanan, menunjukkan kerinduan pada tanah airnya (HR Bukhari).

Kecintaan Fitrah: Mencintai tanah air adalah fitrah manusia, tempat lahir, mencari rezeki, dan beribadah, sehingga wajar dan dianjurkan dalam Islam.
 
Peran dalam Perjuangan Indonesia
Pondasi NU: Slogan ini dicetuskan dan diperkuat oleh para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sebagai semangat perjuangan melawan penjajahan, menyatukan agama dan nasionalisme.

Fatwa K.H. Hasyim Asy'ari: 
KH. Hasyim Asy'ari menganggap membela tanah air sebagai fardhu ain (kewajiban individu) dan mengeluarkan fatwa jihad, menjadikan Hubbul Wathon Minal Iman sebagai jargon untuk mempertahankan kemerdekaan RI.

Lagu Yalal Wathon: Slogan ini juga tersemat dalam lirik lagu perjuangan ciptaan Hasyim Asy'ari, "Yalal Wathon," yang semakin memperkuat semangat nasionalisme santri dan bangsa.
 
Kesimpulan
Hubbul Wathon Minal Iman adalah semangat nasionalisme agamis yang tidak bisa dipisahkan, di mana mencintai tanah air adalah bagian integral dari keimanan, yang diwujudkan dalam tindakan membela negara, sebagaimana dicontohkan oleh para ulama dan pejuang kemerdekaan Indonesia.